Pernahkah terpikir oleh kita? Dulu sewaktu kita masih belia, ketika kita ditanya "kalau sudah besar mau jadi apa?", maka dengan MUDAH dan LANTANGnya kita akan menjawab "jadi dokter" atau "jadi insinyur", atau "jadi guru". Tapi, di usia saat ini, jika kita ditanya pertanyaan serupa, masih bisakah kita menjawabnya dengan mudah dan lantang?
Kebanyakan dari kita akan kesulitan menjawab pertanyaan tersebut. Beberapa bahkan tidak mampu menjawab. Sebagian lagi memerlukan waktu untuk berpikir mendalam sebelum mampu menjawab.
Beberapa hari yang lalu saya
chatting dengan seorang kawan saya. Beliau selama ini saya kenal sebagai seorang ibu rumah tangga dengan dua orang putri yang manis dan lucu. Saya sebagai seorang
newmom sering menjadikan beliau sebagai tempat bertanya. Saya mengaguminya karena saya liat rumahnya rapi...anak-anak dan suaminya terawat dengan baik...pinter masak, dan dia masih bisa menyempatkan waktu bersilaturahim dengan teman-temannya. Dari percakapan yang lalu itu saya baru
tau kalau ternyata beliau adalah seorang Internet Marketer dan seorang blogger yang sudah malang melintang (issss...
lebay amat ya bahasanya). Keren banget menurut saya.
Percakapan singkat tersebut ternyata menyentil hati saya. Saya mendapat jawaban atas keresahan saya beberapa hari terakhir dimana saya merasa semakin tidak nyaman dengan pekerjaan saya. Ini BUKAN kehidupan yang saya inginkan.
Saya kemudian teringat akan cita-cita saya sewaktu masih di bangku kuliah. Cita-cita yang sempat saya tuangkan dalam sebuah penugasan Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian yang saya kemas dalam sebuah video kontemplasi. Video yang sudah menghilang jejaknya bersama dengan rusaknya komputer jinjing yang saya gunakan sewaktu kuliah dulu. Akhirnya saya
ubek-ubek surel saya karena seingat saya penugasan tersebut saya kirimkan via surel kepada dosen saya. Syukur alhamdulillah ketemuuuu.. \^o^/
Video Kontemplasi Perencanaan Karir
(Foto-foto tersebut sebagian koleksi pribadi dan sebagian lagi hasil googling.
Mohon maaf waktu bikin dulu belum tau sopan-santun kalau mengutip kata-kata atau gambar itu harus mencantumkan sumbernya >.<)
Saya tonton ulang video itu, senyum-senyum. Yah memang sih agak
norak dikit videonya. Tapi ternyata cukup ampuh untuk memotivasi. Kalau dievaluasi sampai dengan saat ini, ada beberapa yang sesuai dengan
planning tapi ada juga yang meleset (karena faktor di luar kekuasaan pribadi).
Yep, dengan ini saya bisa bilang dengan LANTANG lagi bahwa saya ingin kuliah lagi, saya ingin menjadi penulis lepas, dan yang paling utama saya ingin jadi IBU RUMAH TANGGA yang BAIK :D
Fiuhhh...yah itulah sekilas kisah di balik munculnya semangat saya untuk menulis kembali. Senang rasanya bisa kembali menorehkan sejumput tulisan di blog yang isinya
gak seberapa ini. Tapi saya berharap, seperti nama blog ini, semoga blog ini menjadi langkah awal saya menuju titik yang saya cita-citakan.
Allohumma aamiin...
Akhir kata, tulisan ini saya tutup dengan tips merencanakan karir yaitu sbb.
- Tentukan satu cita-cita utama dan beberapa cita-cita tambahan. Cita-cita harus spesifik, tidak boleh abstrak. Gunanya adalah membantu menyusun langkah-langkah strategis yang efektif (tepat sasaran).
- Rumuskan langkah-langkah yang akan kita tempuh untuk mencapai cita-cita tersebut.
- Bagi sasaran waktu yang kita tuju menjadi beberapa bagian, misalnya per tahun, per 5 tahun, per dekade dsb.
- Alokasikan langkah-langkah yang sudah kita susun ke dalam ke sasaran waktu yang kita bentuk. Misalnya, tahun 2014 saya berencana membuka sebuah toko baju dengan menyewa sebuah kios, tanpa asisten. 5 tahun pertama usaha saya, saya ingin merekrut 2 orang pegawai. 10 tahun pertama usaha saya, saya ingin memiliki ruko sendiri sehingga tidak perlu menyewa kios. dst..dst...
- Dokumentasikan cita-cita. Terdengar aneh sebetulnya (seperti saya membuat video di atas). Tapi, percayalah, dokumentasi tersebut akan sangat membantu Anda untuk fokus kepada cita-cita Anda dan membantu memotivasi ketika semangat Anda menurun. Dokumentasi tsb bisa berupa tulisan, poster, foto-foto, maupun film/video. Saya jadi teringat kawan kos saya waktu kuliah dulu. Jika Anda masuk ke dalam kamarnya, Anda akan terkejut karena dinding kamarnya penuh tertutup oleh poster-poster dan tebaran post-it berisi "MADRID I'M COMING". WOW...kerennn..
- Lisankan cita-cita, percaya atau tidak, ini membuat tubuh kita secara tidak sadar berjuang ke arah cita-cita. Lagipula, konon katanya ucapan adalah doa :)
- Minta dukungan dan doa dari sahabat dan kerabat, terutama orang tua kita.
- The last but not least, dan menurut saya ini adalah faktor yang paling penting kita harus FOKUS pada tujuan/cita-cita kita. Karena jika kita tidak fokus atau setengah-setengah, maka kita tidak akan sampai pada tujuan kita.
Big thanks to:
- Budhe Sakti Nur Oktapiani
- Pak Taufik Rahman