Kegigihan Suami Merebut Kembali Hati Istrinya dalam The Vow

Monday, February 10, 2014

http://ia.media-imdb.com/images/M/MV5BMjE1OTU5MjU0N15BMl5BanBnXkFtZTcwMzI3OTU5Ng@@._V1__SX1217_SY868_.jpg
The Vow bercerita tentang perjuangan seorang suami bernama Leo (Channing Tatum) dalam merebut kembali hati istrinya, Paige (Rachel Mc. Adams) yang kehilangan sebagian memorinya akibat kecelakaan mobil. Cedera yang dialami Paige membuatnya kehilangan memori tahun-tahun terakhir sebelum ia mengalami kecelakaan, akan tetapi ia masih memiliki ingatan akan kehidupannya di masa silam. Sehingga, dia tidak mengenali Leo, bahkan dia tidak ingat sudah menikah.

Sebelum bertemu dengan Leo, Paige adalah puteri dari sebuah keluarga kaya dan bersekolah di fakultas hukum sebuah kampus besar. Karena sebuah masalah, ia memutuskan meninggalkan keluarganya. Ia juga meninggalkan sekolah hukumnya karena merasa lebih cocok berkutat di jurusan seni.

Keluarganya memanfaatkan cedera yang dialami Paige untuk mengajak Paige kembali ke keluarganya. Terjadilah "tarik-menarik" antara Leo dan keluarga Paige. Paige pun memutuskan untuk mencoba menjalani hari-hari bersama Leo namun seringkali dia terjebak dalam masa lalunya, bahkan kembali menjalin hubungan dengan mantan tunangan yang sempat ia putuskan pertunangannya karena sebab yang tidak dia ingat. Paige yang masih berputar-putar dengan masa lalunya membuat usaha Leo seolah-olah tidak ada hasilnya. Belum lagi menghadapi intervensi dari pihak keluarga Paige dan persaingan dengan mantan tunangan Paige yang seakan-akan memiliki segalanya dibandingkan Leo.


Film bergenre drama yang rilis di tahun 2012 dan terinspirasi dari kisah nyata ini berhasil memikat hati penontonnya dan meraih rating 6.8 di IMDb. Sosok Paige dalam kisah nyata yang menginspirasi film ini akhirnya kembali hidup bersama dengan suaminya dan telah memiliki dua orang anak-anak namun dia tidak bisa mendapatkan kembali memorinya yang hilang. Bagi temen-temen yang suka film drama boleh dicoba deh nonton film ini. Romantis en agak sedih filmnya, sebelas-dua belas sama 50 First Dates-nya Adam Sandler sama Drew Barrymore ^^.





Pekanbaru Dikepung Kabut Asap Lagi :(

Friday, February 7, 2014

Tiga hari yang lalu baca berita Pekanbaru Siap-Siap Hadapi Gempuran Kabut Asap, eh besoknya bener-bener langsung terasa asapnya. Kesian anak-anak banyak yang terkena penyakit ISPA, mereka juga ngga bisa bebas bermain di luar rumah. Secara kita aja yang orang dewasa tersiksa sama nyeseknya dikepung sama asap, walaupun beraktivitas di dalem ruangan. Seperti pertengahan tahun 2013 lalu, kami kerja di dalem kantor pake masker. Itu pun idealnya setiap dua jam maskernya harus ganti soalnya bau asapnya nempel di masker sehingga ngga nyaman lagi digunakan. Konsentrasi pun susah karena otak ngga mendapat cukup oksigen segar. Huufffhhhht...sabar ya warga Pekanbaru, semoga kondisi ini ngga berlangsung lama. Aamiin..

Foto di bawah ini diambil dari lantai 3 tempat saya bekerja, 2 foto yang atas diambil ketika kabut asap sedang melanda sedangkan 2 foto yang bawah diambil pada hari berikutnya pada jam yang sama ketika cuaca tanpa kabut asap. Beda banget ya?






Praktisnya Make Expanding File

Ini tulisan yang penting ngga penting sih ya. Mungkin orang lain udah banyak yang pake, tapi saya baru kenal nih sama perlengkapan yang satu ini, hehehe.. Namanya expanding file. Mirip sama clear book biasa tapi bisa lebih rapi pake ini soalnya sekat-sekat antar tempat penyimpanan dokumennya lebih kaku dan ada tab-tabnya dimana kita bisa nyelipin kertas kecil buat nulis klasifikasi dokumen yang kita simpen. Inilah yang menurut saya bikin praktis soalnya kita bisa menyimpan dokumennya per jenis dokumen, dikasih label ditabnya, sehingga ketika mau nyari dokumen tertentu jadi ngga pake lama tinggal liat labelnya aja.

Expanding file tersedia dalam berbagai macam ukuran, tapi yang paling banyak tersedia di toko-toko buku itu ukuran A4 sama Folio. Saya pilih yang ukuran Folio soalnya biar lebih memadai, buat nyimpan dokumen dalam ukuran A4 juga muat. Sedangkan kalo kita pilih yang ukuran A4, ketika ada dokumen yang ukurannya Folio jadi ngga muat. Jumlah "kamar" dokumen juga macem-macem, ada yang 6 kamar, 12, 20 sampe 24 "kamar". Tentunya semakin banyak jumlah kamar dokumennya makin mahal harganya. Sebagai contoh, expanding file milik saya terdiri dari 12 kamar dokumen harganya Rp42.000,00 di toko buku G*amedia. Warna yang tersedia banyak, ada juga warna-warna yang unyu-unyu kayak soft pink transparan atau motif bunga-bunga, polkadot. Kalo saya pilih yang warna ungu tua, soalnya warna favorit. Sebenernya mupeng juga yang unyu-unyu, tapi sayang belinya soalnya harganya lebih mahal, sekitar 60-70ribu XD.

Tutup dan kuncian expanding file juga macem-macem. Ada yang bentuknya mirip dompet dengan kuncian kancing klik, ada yang kunciannya (aduh gimana ya mendiskripsikannya?) model diselipin gitu. Kalo punya saya tutupnya sebesar Folio, kunciannya saya pilih yang pake karet di sudut kanan sama kiri bawah. Menurut saya model tutup dan kuncian itu paling kuat sekalipun dalam kondisi ekstra penuh.

Penampakan expanding file terbuka

Label-label udah disediakan tinggal kita tulis aja pake spidol atau pulpen.

Tab-tab untuk menyelipkan label.

Penampakan tertutup, itu yang di sudut-sudut karet untuk ngunci expanding filenya.





Oh Begini toh Cara Merah ASI dengan Tangan..

Friday, December 27, 2013

Bagi ibu bekerja, memerah ASI adalah solusi terbaik supaya buah hati bisa tetap mendapat asupan terbaik yang Tuhan ciptakan untuk bayi yaitu ASI. Untuk memerah ASI, terdapat dua teknik dasar, yaitu memerah dengan tangan kosong (teknik marmet) dan memerah dengan bantuan alat yaitu pompa asi. Jujur, saya dulu ngga bisa tuh yang namanya merah ASI pake tangan kosong. Sudah saya ikuti step-step yang ada di beberapa buku dan artikel tapi tetes-tetes ASI ga kunjung keluar, padahal dengan bantuan alat . Barulah ketika anak saya sudah menginjak usia sekitar 8 bulan, saya nemu ini nih video yang sangat membantu. Video ini dibuat oleh organisasi iBreastfeed dan berbahasa Inggris, tapi insya Alloh gampang dimengerti kok.

Dengan menyimak video ini dan mempraktekkannya, alhamdulillah..akhirnya saya bisa merah ASI pake tangan. Memang lebih ribet dan berantakan sih dibanding memear pake pompa. Tapi, konon, memerah dengan tangan kosong lebih bagus untuk jaringan payudara kita. So, saya tetep berusaha mempelajarinya.

Maaf yah ini bukan pornografi, tapi untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Sok, mangga atuh ditonton videonya, semoga bermanfaat. :)




Ke Taman Nasional Tesso Nilo Yuk..

Sunday, December 22, 2013

Selama hampir 3 tahun tinggal di Pekanbaru belum pernah dateng ke Taman Nasional Hutan Tesso Nilo. Padahal bentar lagi saya udah pindah dari Pekanbaru. Hiks. Tapi, udah pada tau belum apa itu Taman Hutan Tesso Nilo? Kalo belum tau, berikut profil Taman Nasional Hutan Tesso Nilo berdasarkan brosur dari Kementerian Kehutanan ya (berhubung saya sendiri belum pernah kesana jadi belum bisa nambahin banyak :p).

Hutan Tesso Nilo merupakan salah satu kawasan blok hutan dataran rendah yang masih tersisa di Pulau Sumatera. Kawasan ini terletak di Propinsi Riau, yang terbentang di empat kabupaten yaitu Pelalawan, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi dan Kampar. Pada saat pengesahannya sebagai Taman Nasional, Tesso Nilo memiliki luas 38.576 Ha dan kemudian diperluas menjadi 83.068 Ha pada Tahun 2004.

Mirisnya, seperti dilansir oleh indonesiarayanews.com, selama satu dekade terakhir lahan tsb mengalami penyusutan sebanyak 46.960 Ha atau sekitar 64%. Sedih ya :(. Penyusutan ini diduga sebagai akibat dari pembakaran hutan, pembalakan liar dan perluasan lahan sawit. Ga heran ketika pembakaran hutan marak terjadi, asap dari pembakaran tsb sangat meresahkan warga Riau. Bahkan seperti yang kita tau, negara tetangga pun sampai "ngomel" gara-gara asap ini. Padahal, hutan ini merupakan habitat gajah dan Harimau Sumatera yang saat ini hampir punah. Semakin menyempitnya habitat memicu terjadinya konflik manusia dengan gajah-gajah tersebut. Konflik tersebut lebih gawatnya lagi menyebabkan populasi gajah semakin menurun.

POTENSI EKO-WISATA di Taman Nasional Tesso Nilo

Sebagai habitat yang relatif baik bagi gajah, Tesso Nilo dijadikan sebagai kawasan konservasi gajah. Nah, kawasan konservasi ini dikembangkan pula menjadi kegiatan ekowisata. Aktivitas ekowisata yang bisa dilakukan antara lain menaiki gajah flying squad sambil berpatroli di Taman Nasional Tesso Nilo, memandikan dan memberi makan gajah dan anak-anaknya, bahkan pengunjung diberi kesempatan untuk membuat sendiri puding yang akan diberikan kepada gajah. Wew, saya baru tau kalau gajah makannya puding. hihihi. Patroli gajah flying squad dilakukan untuk memantau pergerakan serta keberadaan gajah liar sehingga kita juga berkesempatan bertemu dengan gajah-gajah liar.


Berjalan menyusuri trek wisata (jungle tracking) di Taman Nasional Tesso Nilo (dengan ditemani
pemandu dan pengelola pastinya) sambil melacak tanda-tanda keberadaan satwa liar adalah kegiatan lain yang dapat dinikmati disana. Menemukan jejak-jejak Harimau Sumatera, tapir, beruang masu, rusa dan satwa liar lainnya tentunya akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Selain itu, penjelasan mengenai keanekaragaman hayati, flora dan fauna maupun kekayaan alam yang tersembunyi akan memperkaya pengetahuan dan wawasan kita.

Kita juga dapat menyusuri sepanjang aliran Sungai Nilo yang menyuguhkan keindahan alam dan aneka jenis burung seperti Rangkong, Raja Udang, dll. Kerennya, tepian dari sungai ini berpasir putih lho. Di sepanjang sungai, kita dapat menjumpai nelayan-nelayan tradisional yang sedang mencari ikan. Panorama sepanjang sungai berupa pohon-pohon Sialang yang menjulang tinggi dan besar dengan sarang-sarang berisi madu lebah hutan. Jika berminat, kita bisa mengikuti prosesi pemanenan madu hutan di tiga desa petani madu Hutan Tesso Nilo. Prosesi ini meliputi persiapan dari pagi hingga sore hari, pemanenan, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran baik lokal maupun mancanegara.

Ada satu kegiatan unik dan menarik disini, yaitu Simulasi Camera Trap "Protect Tiger Tesso Nilo". Kegiatan ini merupakan kegiatan pelatihan yang memperagakan bagaimana tim riset Harimau Sumatera bekerja dalam pemasangan Camera Trap untuk mendeteksi keberadaan Harimau Sumatera di Taman Nasional tersebut. Hmmm...seru banget ya kedengerannya.
 

BAGAIMANA CARA MENUJU TESSO NILO?

Ekowisata Teso Nillo merupakan objek wisata eksklusif, belum ada angkutan khusus maupun angkutan umum menuju kesana. Maka, untuk dapat menuju kesana kita harus menggunakan kendaraan pribadi melalui jalur Lintas Timur Sumatera melewati ibukota Kabupaten Pelalawan, yaitu Pangkalan Kerinci, dengan jarak tempuh kurang lebih 4 jam dari Pekanbaru. Namun, jika kita melalui koridor PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) waktu tempuh hanya sekitar 3,5 jam saja. Tapi, kurang tau yah gimana caranya bisa masuk koridor khusus itu ^^

= = = = = = = = = = = = = = = =
Menurut pegawai Kementerian Kehutanan, Taman Nasional Tesso Nilo ini belum banyak dikenal oleh masyarakat kita, malah lebih terkenal di luar negeri. Kunjungan wisatawan domestik dapat dihitung dengan jari (well,...). Kebanyakan pengunjungnya wisatawan asing, termasuk yang heboh kemaren itu, kedatangan Harrison Ford yang jadi bintang utama Indiana Jones. Harapan saya, semoga tulisan ini bisa sedikit membantu mengenalkan Taman Nasional Hutan Tesso Nilo kepada masyarakat Indonesia. :)

 

Blogroll

Blogger news

Total Pageviews

Copyright 2010 My First Step.... All rights reserved.
Themes by Ex Templates Blogger Templates - Home Recordings - Studio Rekaman