Kecipak-Kecipuk di Kolam Renang Defa Pekanbaru

Tuesday, February 11, 2014

Bermula dari baca-baca soal kehamilan en nyari tau olahraga apa yang bagus buat ibu hamil, saya jadi tertarik buat berenang. Karena saya ngga bisa renang, akhirnya belajar berenang sama suami. Kebetulan waktu itu di belakang kontrakan ada kolam renang umum namanya Defa Swimming Pool. Setiap hari Sabtu pagi saya belajar berenang sama suami. Agak malu sih sebenernya karena diliatin sama pengunjung-pengunjung kolam renang. Tatapannya ngga enak soalnya, mungkin dalam pikiran mereka "Ih, ini orang pacarannya parah bener. Belajar berenang, pegang-pegangan.". Secara saya sama suami sama-sama berbodi mungil jadi ngga keliatan kalo udah suami-istri >.<.

Kenapa saya pilih berenang Sabtu pagi? Karena, Kolam Renang Defa dibersihin setiap Jumat malam, jadi Sabtu pagi kolamnya bersih. Selain itu, hari Sabtu relatif lebih sepi karena anak-anak sekolah yang jadi mayoritas pengunjung Kolam Renang Defa masih masuk sekolah. Beda dengan hari Minggu, kolam renang ini penuh dipadati anak-anak sampai orang dewasa.



Defa Swimming Pool terletak di Jalan Srikandi Gang Gunung Tua, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan Pekanbaru. Dari arah mal SKA, terus melalui Jalan Nangka Ujung, masuk ke Jalan Srikandi, sebelum Lampu Merah Delima, sebelah kiri jalan ada plang Defa Swimming Pool, masuk ke Gang Gunung Tua, ngga jauh sekitar 50 meter.


Kolam Renang Dewasa di Defa Swimming Pool
Tarif tiket masuk ke Defa adalah Rp10.000,00 untuk dewasa dan Rp7000,00 untuk anak-anak, anak-anak di bawah 2 tahun masuk gratis, sedangkan rombongan sekolah mendapat tarif khusus. Kolam renang dibuka mulai pukul 07.00 sampe hampir maghrib. Fasilitas yang tersedia di Defa antara lain parkir mobil dan kendaraan roda dua, satu buah kolam renang dewasa dengan kedalaman 1-1,4 meter, kolam renang anak dengan kedalaman sekitar 60 cm, perosotan/seluncuran, perosotan kecil, ember raksasa, persewaan ban, dua buah shower terbuka, dan kamar mandi terpisah antara laki-laki dan perempuan masing-masing 3 kamar mandi. Selain itu terdapat kafetaria yang menyajikan mie instan, minuman dan makanan ringan, musholla, serta loker penyimpanan barang. Tersedia juga stage bagi pengunjung yang ingin mengadakan acara tertentu seperti ulang tahun atau gathering sekolah.

Kolam renang anak dan kamar mandi
Petugas di Defa ramah-ramah, tapi kadang kalo dateng kepagian suka ngga dikasih karcis masuknya. Pernah juga saya ajak adik saya yang masih SD berenang di situ, dia kecewa karena ember raksasanya ngga dioperasiin. Memang, kadang-kadang kalo lagi sepi pengunjung musik dan permainan ngga dioperasikan. Meskipun begitu, saya suka berenang disini karena kolamnya bersih, dasar kolam ngga licin, tempat duduk-duduknya nyaman, kamar mandinya juga bersih. Memang sih relatif kecil ya areanya, tapi buat saya yang ngga pinter-pinter amat berenang cukup memuaskan hasrat pengen berenang. Lagian harganya murah meriah. Hehehe.. Kadang-kadang saya juga suka ngajak baby saya berenang disini. Tentunya dengan bawa neckring sendiri soalnya neckring ngga tersedia di persewaan pelampung disini.





Kegigihan Suami Merebut Kembali Hati Istrinya dalam The Vow

Monday, February 10, 2014

http://ia.media-imdb.com/images/M/MV5BMjE1OTU5MjU0N15BMl5BanBnXkFtZTcwMzI3OTU5Ng@@._V1__SX1217_SY868_.jpg
The Vow bercerita tentang perjuangan seorang suami bernama Leo (Channing Tatum) dalam merebut kembali hati istrinya, Paige (Rachel Mc. Adams) yang kehilangan sebagian memorinya akibat kecelakaan mobil. Cedera yang dialami Paige membuatnya kehilangan memori tahun-tahun terakhir sebelum ia mengalami kecelakaan, akan tetapi ia masih memiliki ingatan akan kehidupannya di masa silam. Sehingga, dia tidak mengenali Leo, bahkan dia tidak ingat sudah menikah.

Sebelum bertemu dengan Leo, Paige adalah puteri dari sebuah keluarga kaya dan bersekolah di fakultas hukum sebuah kampus besar. Karena sebuah masalah, ia memutuskan meninggalkan keluarganya. Ia juga meninggalkan sekolah hukumnya karena merasa lebih cocok berkutat di jurusan seni.

Keluarganya memanfaatkan cedera yang dialami Paige untuk mengajak Paige kembali ke keluarganya. Terjadilah "tarik-menarik" antara Leo dan keluarga Paige. Paige pun memutuskan untuk mencoba menjalani hari-hari bersama Leo namun seringkali dia terjebak dalam masa lalunya, bahkan kembali menjalin hubungan dengan mantan tunangan yang sempat ia putuskan pertunangannya karena sebab yang tidak dia ingat. Paige yang masih berputar-putar dengan masa lalunya membuat usaha Leo seolah-olah tidak ada hasilnya. Belum lagi menghadapi intervensi dari pihak keluarga Paige dan persaingan dengan mantan tunangan Paige yang seakan-akan memiliki segalanya dibandingkan Leo.


Film bergenre drama yang rilis di tahun 2012 dan terinspirasi dari kisah nyata ini berhasil memikat hati penontonnya dan meraih rating 6.8 di IMDb. Sosok Paige dalam kisah nyata yang menginspirasi film ini akhirnya kembali hidup bersama dengan suaminya dan telah memiliki dua orang anak-anak namun dia tidak bisa mendapatkan kembali memorinya yang hilang. Bagi temen-temen yang suka film drama boleh dicoba deh nonton film ini. Romantis en agak sedih filmnya, sebelas-dua belas sama 50 First Dates-nya Adam Sandler sama Drew Barrymore ^^.





Pekanbaru Dikepung Kabut Asap Lagi :(

Friday, February 7, 2014

Tiga hari yang lalu baca berita Pekanbaru Siap-Siap Hadapi Gempuran Kabut Asap, eh besoknya bener-bener langsung terasa asapnya. Kesian anak-anak banyak yang terkena penyakit ISPA, mereka juga ngga bisa bebas bermain di luar rumah. Secara kita aja yang orang dewasa tersiksa sama nyeseknya dikepung sama asap, walaupun beraktivitas di dalem ruangan. Seperti pertengahan tahun 2013 lalu, kami kerja di dalem kantor pake masker. Itu pun idealnya setiap dua jam maskernya harus ganti soalnya bau asapnya nempel di masker sehingga ngga nyaman lagi digunakan. Konsentrasi pun susah karena otak ngga mendapat cukup oksigen segar. Huufffhhhht...sabar ya warga Pekanbaru, semoga kondisi ini ngga berlangsung lama. Aamiin..

Foto di bawah ini diambil dari lantai 3 tempat saya bekerja, 2 foto yang atas diambil ketika kabut asap sedang melanda sedangkan 2 foto yang bawah diambil pada hari berikutnya pada jam yang sama ketika cuaca tanpa kabut asap. Beda banget ya?






Praktisnya Make Expanding File

Ini tulisan yang penting ngga penting sih ya. Mungkin orang lain udah banyak yang pake, tapi saya baru kenal nih sama perlengkapan yang satu ini, hehehe.. Namanya expanding file. Mirip sama clear book biasa tapi bisa lebih rapi pake ini soalnya sekat-sekat antar tempat penyimpanan dokumennya lebih kaku dan ada tab-tabnya dimana kita bisa nyelipin kertas kecil buat nulis klasifikasi dokumen yang kita simpen. Inilah yang menurut saya bikin praktis soalnya kita bisa menyimpan dokumennya per jenis dokumen, dikasih label ditabnya, sehingga ketika mau nyari dokumen tertentu jadi ngga pake lama tinggal liat labelnya aja.

Expanding file tersedia dalam berbagai macam ukuran, tapi yang paling banyak tersedia di toko-toko buku itu ukuran A4 sama Folio. Saya pilih yang ukuran Folio soalnya biar lebih memadai, buat nyimpan dokumen dalam ukuran A4 juga muat. Sedangkan kalo kita pilih yang ukuran A4, ketika ada dokumen yang ukurannya Folio jadi ngga muat. Jumlah "kamar" dokumen juga macem-macem, ada yang 6 kamar, 12, 20 sampe 24 "kamar". Tentunya semakin banyak jumlah kamar dokumennya makin mahal harganya. Sebagai contoh, expanding file milik saya terdiri dari 12 kamar dokumen harganya Rp42.000,00 di toko buku G*amedia. Warna yang tersedia banyak, ada juga warna-warna yang unyu-unyu kayak soft pink transparan atau motif bunga-bunga, polkadot. Kalo saya pilih yang warna ungu tua, soalnya warna favorit. Sebenernya mupeng juga yang unyu-unyu, tapi sayang belinya soalnya harganya lebih mahal, sekitar 60-70ribu XD.

Tutup dan kuncian expanding file juga macem-macem. Ada yang bentuknya mirip dompet dengan kuncian kancing klik, ada yang kunciannya (aduh gimana ya mendiskripsikannya?) model diselipin gitu. Kalo punya saya tutupnya sebesar Folio, kunciannya saya pilih yang pake karet di sudut kanan sama kiri bawah. Menurut saya model tutup dan kuncian itu paling kuat sekalipun dalam kondisi ekstra penuh.

Penampakan expanding file terbuka

Label-label udah disediakan tinggal kita tulis aja pake spidol atau pulpen.

Tab-tab untuk menyelipkan label.

Penampakan tertutup, itu yang di sudut-sudut karet untuk ngunci expanding filenya.





Oh Begini toh Cara Merah ASI dengan Tangan..

Friday, December 27, 2013

Bagi ibu bekerja, memerah ASI adalah solusi terbaik supaya buah hati bisa tetap mendapat asupan terbaik yang Tuhan ciptakan untuk bayi yaitu ASI. Untuk memerah ASI, terdapat dua teknik dasar, yaitu memerah dengan tangan kosong (teknik marmet) dan memerah dengan bantuan alat yaitu pompa asi. Jujur, saya dulu ngga bisa tuh yang namanya merah ASI pake tangan kosong. Sudah saya ikuti step-step yang ada di beberapa buku dan artikel tapi tetes-tetes ASI ga kunjung keluar, padahal dengan bantuan alat . Barulah ketika anak saya sudah menginjak usia sekitar 8 bulan, saya nemu ini nih video yang sangat membantu. Video ini dibuat oleh organisasi iBreastfeed dan berbahasa Inggris, tapi insya Alloh gampang dimengerti kok.

Dengan menyimak video ini dan mempraktekkannya, alhamdulillah..akhirnya saya bisa merah ASI pake tangan. Memang lebih ribet dan berantakan sih dibanding memear pake pompa. Tapi, konon, memerah dengan tangan kosong lebih bagus untuk jaringan payudara kita. So, saya tetep berusaha mempelajarinya.

Maaf yah ini bukan pornografi, tapi untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Sok, mangga atuh ditonton videonya, semoga bermanfaat. :)




 

Blogroll

Blogger news

Total Pageviews

Copyright 2010 My First Step.... All rights reserved.
Themes by Ex Templates Blogger Templates - Home Recordings - Studio Rekaman